Tawadhu

Di antara tanda-tanda tawadhu’ itu adalah:

  • Pertama, engkau menonjolkan diri terhadap sesamamu, maka engkau sombong. Dan apabila engkau menyatu dalam kebersamaan dengan mereka, maka engkau tawadhu’.
  • Kedua, apabila engkau berdiri dari tempat dudukmu dan mempersilakan orang berilmu dan berakhlaq duduk di tempatmu maka engkau tawadhu’.
  • Ketiga, apabila engkau menyambut orang biasa dengan ramah dan wajah yang menyenangkan, dengan kata-kata yang akrab, memenuhi undangannya, maka engkau tawadhu’.
  • Keempat, apabila engkau mengunjungi orang yang lebih rendah status sosialnya atau yang sederajat denganmu, atau membawakan barang-barang bawaan yang ada di tangannya, maka engkau tawadhu’.
  • Kelima, apabila engkau mau duduk bersama fakir miskin, menjenguk yang sakit, orang-orang cacat, memenuhi undangan mereka, makan bersama mereka, engkau orang tawadhu’.
  • Dan keenam, apabila engkau makan dan minum secara tidak berlebihan dan tidak untuk demi gengsi, sekali lagi engkau tawadhu’.
Ketika kita duduk dibelakang dalam satu majelis dan mempersilahkan yang lain duduk didepan kita telah berusaha untuk tawadhu, namun ketika kita berpikiran bahwa kita tidak pantas duduk dibelakang, harusnya duduk didepan, maka kita sudah tidak tawadhu.

Mereka yang tawadhu' selalu beranggapan orang lain selalu lebih baik dari mereka, sehingga ketika orang lain berbicara dengannya, ia akan memperhatikan dengan seksama.

Allahu'alam

no1 sampai 6 Didapat dari sini

No comments:

Feed

Sampaikan Walau Satu Ayat

↑ Grab this Headline Animator

Subscribe to Sampaikan Walau Satu Ayat by Email

I heart FeedBurner

Powered By Blogger