Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani atau Majusi.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Yang benar bahwa maksud dari fitrah di dalam hadits itu adalah Islam, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda:

"Allah berfirman: "Aku telah menciptakan para hamba-Ku dalam fitrahnya yang lurus, lalu mereka tergoda oleh syetan sehingga menyimpang dari agama mereka. Maka Aku haramkan kepada mereka apa-apa yang Kuhalalkan kepada mereka. Lalu syetan memerintahkan mereka untuk menyekutukan diri-Ku denga sesuatu tanpa ilmu yang Ku-berikan kepadanya."

Yang ingin saya bahas bukanlah mengenai keyakinannya, namun mengenai pola pikir, tingkah laku, cara berbicara, cara berkomunikasi, cara bermain, dan berbagai macam prilaku sang anak.

Anak ketika baru dilahirkan masih dalam keadaan fitrah (islam), yang diketahuinya hanya Allah swt sebagai Tuhannya. Kenapa ketika si anak sudah besar tingkah lakunya ada yang baik dan ada yang jelek?

Baik buruknya pola pikir dan prilaku seorang anak merupakan peran dari :

  1. orang tua
  2. teman
  3. masyarakat
  4. pendidikan
  5. dan segala hal yang menyentuh kehidupan si anak melalui semua indra yang ada pada si anak seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, dsb.
Untuk permasalahan fisik setiap anak dipersiapkan dengan proporsi yang sama oleh Allah swt (diciptakan dengan sempurna), namun karena tingkah pola hidup dan prilaku dari lingkungan tempat si anak akan lahir dapat memberikan perbedaan kualitas.

Contoh :
  • Orang tua perokok dapat menyebabkan si anak ikut merokok pula.
  • Asupan gizi yang kurang ketika sang bayi dikandungan dapat menyebabkan si anak perkembangannya lambat.
  • dll.
Mempersiapkan anak tidak hanya ketika anak sudah dikandungan, namun dimulai dengan mempersiapkan orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Jangan menyalahkan seorang anak bila dimata kita terdapat kekurangan, koreksi diri kita karena kekurangan yang ada pada seorang anak merupakan peran dari orang tua dan lingkungan. Begitu juga kelebihan dan segala kebaikan, syukuri dan terus tingkatkan peran orang tua dan lingkungannya.

Allahu 'alam

No comments:

Feed

Sampaikan Walau Satu Ayat

↑ Grab this Headline Animator

Subscribe to Sampaikan Walau Satu Ayat by Email

I heart FeedBurner

Powered By Blogger