Showing posts with label arbain. Show all posts
Showing posts with label arbain. Show all posts

Tidak Diterima Kecuali Yang Baik

Kini, kata baik kadang mendapat tempat yang tidak sesuai. Contoh memberikan contekan, mereka yang diberi contekan mengatakan orang yang memberikan contekan sebagai orang yang baik karena telah membantunya. Contoh seorang koruptor yang mendirikan masjid dengan uang hasil korupsinya. Kita mungkin menganggapnya baik, tapi dimata Allah swt. apa yang dilakukannya tidaklah baik.

Dalam hadist arbain ke 10 disebutkan :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah e bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Pelajaran :

1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela.

2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.

3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala.

4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.

5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.

6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.

7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.

8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.

9. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul.

10. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.

Allahu ‘alam

Jauhi Larangan & Laksanakan Perintah

Pada suatu masa di zamana Nabi Musa as. terdapat pembunuhan yang tidak diketahui siapa yang melakukannya. Karena permasalahan ini, bani Israil menanjakan perihal ini kepada Nabi Musa as. Nabi Musa as. kemudian meminta mereka untuk mencari seekor sapi untuk memecahkan permasalahan ini. Sudah wataknya bani Israil yang entah bisa dikatakan kritis atau terlalu nyeleneh, mereka menanyakan perihal sapi tersebut.

Mereka menanyakan jenisnya sapi jantan atau betina, warna kulitnya, berat tubuhnya, pernah digunakan untuk bekerja atau belum, dsb. Alhasil pertanyaan-pertanyaan mereka tersebut malah membebani mereka sendiri dalam mencari sapi yang dimaksud.

Sesungguhnya dalam Agama Islam yang dijabarkan dalam Al quran dan Assunah sudah memberikan kejelasan terhadap perintah dan larangan. Cukuplah perintah dan larangan tersebut dipatuhi tidak perlu seperti layaknya bani Israil yang menanyakan itu ini yang kemudian memberatkan diri sendiri.

Ketika di bulan Ramadhan, Rasulullah saw. melaksanakan sholat yang dikenal dengan sholat tarawih selama beberapa malam di awal Ramadhan. Ketika semakin banyak yang turut berjamaah dengan beliau, Rasulullah saw malah berhenti di malam berikutnya karena dikhawatirkan amalan tersebut malah jadi di wajibkan.

Dari hadist arbain kesembilan berbunyi :

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata
: Saya mendengar Rasulullah
e bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Bukhori dan Muslim)

Dari hadits diatas dapat ditarik pelajaran :

1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah e.

2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.

3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.

4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.

5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.

6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.

7. Wajib mengikuti Rasulullah e, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.

8. Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.


Allahu 'alam

Hak & Kewajiban Seorang Muslim

Tidak ada paksaan dalam memasuki suatu komunitas, namun ketika kita telah memasuki dan terjun dalam komunitas tersebut saat itulah paksaan terhadap kita mulai diberikan. Apakah harus mengikuti pelatihan, membayar sejumlah uang untuk pendaftaran, dsb.


Laa Ikroha Fiddiin, tidak ada paksaan dalam memeluk agama, namun ketika kita menyakini Islam sebagai jalan yang benar dan masuk Islam dengan mengucapkan syahadat (paksaan pertama, karena kalau tidak mengucapkan syahadat maka tidak sah keislamannya, maka segala hak dan kewajiban dalam Islam harus dilaksanakan.

Hadits kedelapan dari hadits arbain susunan Imam An Nawawi yang berbunyi :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah e bersabda : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah U (Riwayat Bukhori dan Muslim)

secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk diantaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar : “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits

1. Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.

2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.

3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.

4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya .

5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.

6. Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syari’atnya.

7. Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.

Allahu 'alam

Agama Adalah Nasihat

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah e bersabda : Agama adalah nasehat, kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Sebarkan kebaikan, Rasulullah saw mengatakan sampaikan dariku walau satu ayat. Kalau Rasulullah saw yang bersabda, tentu ayat ayat (ucapan, perkataan, ilmu, dll) yang baik, bukan yang buruk.

Dalam banyak penelitian juga banyak menyinggung mengenai perkataan positif, pemikiran positif, tingkah laku positif, dan segala yang positif lainnya dapat mendukung berbagai hal yang menguntungkan bagi kita. Dapat berupa panjang umur, tidak mudah stress, tidak mudah sakit, dll.

Ketika kita senyum hanya diperlukan satu urat, sedangkan ketika kita marah akan memerlukan lebih banyak urat. Ketika urat (otot) yang dipergunakan banyak makin banyak pula energi yang dikeluarkan. Semakin banyak energi yang dikeluarkan, semakin cepat lelah seseorang.

Pelajaran Hadis Arbain Ke 7 diatas antara lain

  1. Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim.
  2. Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya .
Allahu 'alam

Halal, Haram dan Syubhat

Pena telah diangkat dan tinta telah kering, menandakan bahwa telah sempurna segala ciptaan Allah swt. Baik makhluk yang ciptaan Nya maupun segala kebutuhan untuk hidup bagi ciptaan Nya tersebut. Baik maupun buruk, halal maupun haram, semuanya telah jelas ketika pena telah diangkat dan tinta telah kering. Seperti yang terdapat dalam hadist arbain no 6 yang disusun oleh Imam Nawawi :

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah e bersabda:

  • Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.
  • Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak.

Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Ilmu

Dalam hadist diatas dikatakan bahwa yang halal dan yang haram itu jelas. Hal tersebut benar adanya dan diantara antara halal dan haram merupakan perkara syubhat atau perkara yang meragukan.

Jelas atau tidaknya halal haram perkara hukum atas suatu hal tergantung pada ilmu yang kita miliki. Ilmu yang akan menuntun kita kepada hidayah Allah swt sehingga dimata akan terlihat dengan jelas halal haram suatu perkara. Ketika ilmu yang dibutuhkan untuk menentukan hukum suatu perkara masih kurang (belum diketahui ilmunya), maka perkara tersebut akan berada diantara halal dan haram.

Ketika menghadapi perkara yang meragukan hukumnya, Rasulullah saw. memberitahu kepada kita untuk menjauhi perkaran yang tidak jelas tersebut, sehingga kita tidak terjerumus kedalamnya.

Perkara fikih mengatakan, menghindari sesuatu yang buruk lebih utama daripada mendatangkan sesuatu yang baik.

Perdalam ilmu yang kita miliki, bukan hanya ilmu agama namun juga ilmu dunia, Insya Allah dengan ilmu yang kita miliki akan menghindarkan kita dari perkara yang syubhat. Karena ketika kita memiliki ilmu perkara syubhat tidak ada lagi, dan akan semakin jelas pula perkara yang halal dan haram.

Allahu 'alam

Bid'ah Dalam Agama

Dari Ummul Mukminin, Ummu Abdillah, 'Aisyah ra. berkata, Rasulullah saw. telah bersabda,
"Barangsiapa yang mengadakan hal baru dalam urusan (agama) yang tidak ada landasan hukumnya, maka ia tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim, Rasulullah saw. bersabda,
"Barangsiapa mengerjakan amalan, tanpa didasari perintah kami, maka ia tertolak."

Hadist diatas merupakan hadist kelima dari kumpulan hadist arbain susunan Imam An Nawawi. Dari hadist diatas dapat diambil beberapa kesimpulan :
  1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
  2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
  3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah e telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
  4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
Pada artikel sebelumnya ada syarat yang harus dipenuhi dalam ibadah seperti sebab, waktu, jenis, kadar, dll. Bila ibadah yang dilakukan tidak sesuai dengan syarat tersebut, maka ibadah itu tergolong kepada bid'ah.

Banyak yang mempertentangkan mengenai bid'ah ini, kalo saya pribadi melihat permasalahan ini kepada berbedanya pemahaman masing-masing orang dalam menyikapi suatu permasalahan. Sabda Rasulullah saw. benar yang mengatakan "setiap yang baru adalah sesat". Dalam konteks agama Islam, dalam surat Al Maidah ayat 3 dikatakan Allah swt. telah meridhai Islam sebagai agama kita.

Meridhai disini saya melihatnya segala yang ada dalam agama Islam sudah pas, sudah sempurna, tidak perlu ada penambahan, dan tidak perlu ada pengurangan. Ketika seseorang merasa agama ini masih ada kekurangan atau kelebihan, maka sesungguhnya dia sudah menyalahi keridhoan Allah swt. akan agama ini.

Contoh kaum yang sesat adalah kaum nasrani dan kaum yang menyesatkan adalah kaum yahudi. kenapa nasrani sesat? dikarenakan mereka mengada-ada (bid'ah) dalam agama dengan mengatakan Isa as. sebagai Tuhan. Hal ini menyangkut pada aqidah, ketika menyangkut aqidah umat Islam harus tegas mengatakan "ini bukan Islam".

Cukup sandarkan segala apa yang kita lakukan kepada Al Quran dan Al Hadist dan tidak perlu menambahkan atau mengurangi apa yang ada dalam Islam.

Allahu'alam

Penciptaan Manusia Dan 4 Perkara Hidupnya

Manusia diciptakan Allah swt. dengan sempurna, saya mengartikan sempurna ini yakni karena manusia memiliki :
  1. Nafsu
  2. Akal

Nafsu tidak dimiliki oleh Malaikat, sedangkan akal tidak dimiliki oleh hewan. Dengan keduanya manusia bisa melakukan usaha untuk menuju kebaikan. Usaha yang dilakukannya itu akan menjadi kebaikan baginya (jika diniatkan untuk menuju Allah swt.) Dengan arahan keduanya manusia akan menempati lokasi abadi (surga atau neraka).

Hadist kelima dari Hadist Arbain susunan Imam An Nawawi, menjabarkan mengenai penciptaan manusia dan garis takdirnya. Dalam ilmu pengetahuan telah diketahui bahwa dalam penciptaan manusia dalam rahim terdapat tahapan-tahapannya, namun jauh sebelum ilmu pengetahuan mendapatkan faktanya, Rasulullah saw telah bersabda :

Rukun Islam

Bagi seorang muslim pastilah mengenal dengan Rukun Islam, karena aktualisasi pertama yang harus dilakukan untuk menyandang gelar seorang muslim harus mengucapkan Rukun Islam yang pertama.

Dalam Hadist Arbain Imam An Nawawi, hadist mengenai Rukun Islam ini ada pada hadist ketiga, yakni Rasulullah e bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara;
  1. Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah,
  2. menegakkan shalat,
  3. menunaikan zakat,
  4. melaksanakan haji dan
  5. puasa Ramadhan (Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Pelajaran yang dapat diambil dari hadist ketiga ini antara lain :
  1. Rasulullah saw menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap.
  2. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad saw, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.
  3. Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
  4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.
  5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.
  6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.
  7. Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah e bersabda:

    الإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً

    “ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “
  8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal .
Allahu 'alam

Islam, Iman dan Ihsan

Dalam hadist arbain Imam An Nawawi yang no.2 menerangkan mengenai Islam, Iman, dan Ihsan. Dalam hadist tersebut Rosulullah saw. mengatakan bahwa Malaikat Jibril as. datang untuk mengajarkan mengenai agama yang kini telah mereka anut, setelah mereka berpaling dari agama nenek moyangnya. Ketika hal yang tersebut dalam hadist ini merupakan pokok-pokok ajaran Islam, yakni :

1. Islam


Rasulullah
e: “ Islam adalah
  • engkau bersaksi bahwa tidak ada illah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah,
  • engkau mendirikan shalat,
  • menunaikan zakat,
  • puasa Ramadhan dan
  • pergi haji jika mampu “
2. Iman

beliau bersabda: “ Engkau beriman
  • kepada Allah,
  • malaikat-malaikat-Nya,
  • kitab-kitab-Nya,
  • rasul-rasul-Nya dan
  • hari akhir dan
  • engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “
3. Ihsan

beliau bersabda: “ Ihsan adalah
  • engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya,
  • jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”
Tidak perlu ada lagi yang ditambahkan atau dikurangi dari ketiga pokok Islam tersebut. Penambahan atau pengurangan yang dilakukan, sama artinya dengan mengadakan hal baru dalam agama yang akan masuk dalam bid'ah.

Allahu 'alam

Pahala Amal Tergantung Niatnya

Mungkin udah sering denger hadis pertama dari Imam An Nawawi ini. Innamal 'Amalu bin niyat. Semua amal tergantung pada niatnya.

Niat merupakan sesuatu yang sederhana, cukup dalam hati, g perlu ditunjukkan dengan lafadz atau gerakan. Cukup dalam hati kita berketetapan untuk melakukan sesuatu.

Niat esensial bagi seluruh aktifitas kita. Dari niat yang kita tetapkan dalam melakukan aktifitas, menentukan hasil dari aktifitas yang kita lakukan.

Dalam hadis pertama ini, disebutkan jika niat hijrahnya karena Allah swt, maka ia akan memperoleh ridho Allah swt, jika niat hijrahnya karena harta atau karena wanita yang ingin dinikahi, maka ia akan mendapatkan apa yang diniatkan.

Niat berfungsi sebagai 2 hal :
  1. Pembeda antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lain.
  2. Pembeda antara ibadah dan kebiasaan.
Kalau kita melirik ibadah mahdoh yang kita lakukan (seperti solat, puasa, dll). Mungkin akan terlihat, betapa banyaknya kekurangan disana sini. Ketika aktifitas yang kita lakukan sehari-hari dilandaskan pada niat karena Allah swt. aktifitas yang kita lakukan tersebut akan bernilai ibadah disisi Allah swt. yang tentunya akan turut menambah perbekalan kita untuk menghadapi hari yang pasti datang.

Allahu 'alam

Feed

Sampaikan Walau Satu Ayat

↑ Grab this Headline Animator

Subscribe to Sampaikan Walau Satu Ayat by Email

I heart FeedBurner

Powered By Blogger